Gejala Anemia dan Cara Mengatasi Anemia
A. Tanda-tanda
Anemia
1. Menurut Anie
Kurniawan, dkk (1998), tanda-tanda Anemia meliputi:
a.
Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lalai (5L)
b. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
b. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
c.
Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit, dan telapak
tangan menjadi pucat.
2. Menurut Handayani
dan Haribowo (2008), gejala anemia dibagi menjadi tiga golongan besar yaitu
sebagai berikut:
a.
Gejala Umum anemia
Gejala
anemia disebut juga sebagai sindrom anemia atau Anemic syndrome. Gejala umum
anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis Anemia
pada kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa di bawah titik tertentu.
Gejala ini timbul karena anoksia organ target dan mekanisme kompensasi tubuh
terhadap penurunan hemoglobin.
Gejala-gejala
tersebut apabila diklasifikasikan menurut organ yang terkena adalah:
1)
Sistem Kardiovaskuler: lesu, cepat lelah, palpitasi, takikardi, sesak napas
saat beraktivitas, angina pektoris, dan gagal jantung.
2) Sistem Saraf: sakit kepala, pusing, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, kelemahan otot, iritabilitas, lesu, serta perasaan dingin pada ekstremitas.
2) Sistem Saraf: sakit kepala, pusing, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, kelemahan otot, iritabilitas, lesu, serta perasaan dingin pada ekstremitas.
3)
Sistem Urogenital: gangguan haid dan libido menurun.
4) Epitel: warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, serta rambut tipis dan halus.
4) Epitel: warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, serta rambut tipis dan halus.
b.
Gejala Khas Masing-masing anemia
Gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah sebagai berikut:
Gejala khas yang menjadi ciri dari masing-masing jenis anemia adalah sebagai berikut:
1)
Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis.
2) Anemia defisisensi asam folat: lidah merah (buffy tongue)
3) Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali.
4) Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tandatanda infeksi.
2) Anemia defisisensi asam folat: lidah merah (buffy tongue)
3) Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali.
4) Anemia aplastik: perdarahan kulit atau mukosa dan tandatanda infeksi.
c.
Gejala Akibat Penyakit Dasar
Gejala
penyakit dasar yang menjadi penyebab anemia. Gejala ini timbul karena
penyakit-penyakit yang mendasari anemia tersebut.
Misalnya
anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh infeksi cacing tambang berat akan
menimbulkan gejala seperti pembesaran parotis dan telapak tangan berwarna
kuning seperti jerami.
Menurut
Yayan Akhyar Israr (2008) anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak
nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya. Gejala yang khas dijumpai pada
defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti :
1).Atrofi papil lidah :
permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang.
2).Glositis : iritasi lidah.
3).Keilosis : bibir pecah-pecah.
4).Koilonikia : kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok
2).Glositis : iritasi lidah.
3).Keilosis : bibir pecah-pecah.
4).Koilonikia : kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok
B. Cara
Mengatasi Penyakit Anemia
Mencegah
penyakit sejak dini dapat menurunkan risiko komplikasi di masa akan datang.
Begitu pun dengan anemia, bila
dicegah sejak dini akan mudah disembuhkan. Berikut ini sejumlah pencegahan
penyakit anemia :
1. Perbanyak
makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, dan asam folat.
Zat tersebut banyak terdapat pada daging, kacang, sayuran berwarna hijau, jeruk, pisang, sereal, susu, melon dan buah beri.
Zat tersebut banyak terdapat pada daging, kacang, sayuran berwarna hijau, jeruk, pisang, sereal, susu, melon dan buah beri.
2. Hindari
minum kopi, teh, atau susu sehabis makan karena dapat mengganggu proses
penyerapan zat besi dalam tubuh.
3. Transfusi
darah.
Tambahan darah sesuai kebutuhan akan cepat mengembalikan jumlah sel darah merah dalam kondisi normal. Namun, setelah normal, pasien hendaknya menjaga agar terus stabil.
Tambahan darah sesuai kebutuhan akan cepat mengembalikan jumlah sel darah merah dalam kondisi normal. Namun, setelah normal, pasien hendaknya menjaga agar terus stabil.
4. Konsumsi
suplemen.
Pilih suplemen yang mengandung zat besi dan vitamin lengkap lainnya sebagai penunjang pembentukan sel darah merah. Namun jangan bergantung pada suplemen. Kandungan zat dalam suplemen biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan kerja ginjal bertambah berat. Maka jika gejala anemia sudah hilang, lakukan pola hidup yang baik agar kesehatan ibu dan anak terjaga dan anemia tidak kambuh lagi.
Pilih suplemen yang mengandung zat besi dan vitamin lengkap lainnya sebagai penunjang pembentukan sel darah merah. Namun jangan bergantung pada suplemen. Kandungan zat dalam suplemen biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan kerja ginjal bertambah berat. Maka jika gejala anemia sudah hilang, lakukan pola hidup yang baik agar kesehatan ibu dan anak terjaga dan anemia tidak kambuh lagi.
5. Periksa
Darah
Siapapun yang mengalami penyakit anemia, terutama juga ibu-ibu yang sedang hamil, ada baiknya untuk periksa darah secara berkala demi mengetahui kadar hemoglobin di dalam tubuh. Jika memang terbilang sangat rendah, dan sudah terlampau sering mengalami gejala-gejalanya, maka bisa langsung diatasi tanpa menunggu kondisi menjadi lebih parah.
Siapapun yang mengalami penyakit anemia, terutama juga ibu-ibu yang sedang hamil, ada baiknya untuk periksa darah secara berkala demi mengetahui kadar hemoglobin di dalam tubuh. Jika memang terbilang sangat rendah, dan sudah terlampau sering mengalami gejala-gejalanya, maka bisa langsung diatasi tanpa menunggu kondisi menjadi lebih parah.
6. Istirahat
yang Cukup
Dalam sehari, kita mempunyai waktu 24 jam, dan seharusnya ada waktu 6 hingga 8 jam bagi orang dewasa untuk beristirahat. Ini sangat penting karena dengan beristirahat atau tidur cukup setiap malam hari dipercaya kualitas hidup pun lebih baik. Yang lebih penting dari itu, dengan pola tidur yang benar dan cukup, maka kita tidak akan cepat letih dan cepat lelah.
Dalam sehari, kita mempunyai waktu 24 jam, dan seharusnya ada waktu 6 hingga 8 jam bagi orang dewasa untuk beristirahat. Ini sangat penting karena dengan beristirahat atau tidur cukup setiap malam hari dipercaya kualitas hidup pun lebih baik. Yang lebih penting dari itu, dengan pola tidur yang benar dan cukup, maka kita tidak akan cepat letih dan cepat lelah.
7. Lakukan
Senam
Para penderita anemia rata-rata fisiknya akan terasa lemah dan mudah lelah, dan melakukan senam mungkin justru diragukan apakah dapat mengatasi kurang darah karena akan banyak energi yang keluar jika fisik semakin aktif bergerak. Bagi penderita kurang darah, disarankan untuk melakukan olahraga secukupnya dan tidak boleh berlebihan. Olahraga dalam bentuk senam tetap penting demi membuat otot lebih kuat dan kekebalan tubuh meningkat.
Para penderita anemia rata-rata fisiknya akan terasa lemah dan mudah lelah, dan melakukan senam mungkin justru diragukan apakah dapat mengatasi kurang darah karena akan banyak energi yang keluar jika fisik semakin aktif bergerak. Bagi penderita kurang darah, disarankan untuk melakukan olahraga secukupnya dan tidak boleh berlebihan. Olahraga dalam bentuk senam tetap penting demi membuat otot lebih kuat dan kekebalan tubuh meningkat.
8. Lakukan
Jalan Kaki di Pagi Hari
Selain melakukan senam, para pengidap anemia juga dianjurkan untuk memilih olahraga jalan kaki yang tentunya tergolong olahraga ringan. Cukup satu minggu sekali berjalan sejauh 20 mil, imunitas serta metabolisme tubuh akan meningkat. Bahkan kegiatan ini dapat membantu kita untuk bisa memiliki kualitas tidur yang benar.
Selain melakukan senam, para pengidap anemia juga dianjurkan untuk memilih olahraga jalan kaki yang tentunya tergolong olahraga ringan. Cukup satu minggu sekali berjalan sejauh 20 mil, imunitas serta metabolisme tubuh akan meningkat. Bahkan kegiatan ini dapat membantu kita untuk bisa memiliki kualitas tidur yang benar.
9. Penuhi
Asupan Zat Besi
Zat besi merupakan salah satu zat penting yang benar-benar dibutuhkan oleh manusia karena berhubungan erat dengan jumlah darah yang tubuh butuhkan. Zat besi di dalam tubuh berperan penting dalam proses oksigen yang diangkut dan disuplai dari paru-paru ke sel-sel tubuh. Elektron pun juga akan diangkut oleh zat besi supaya energi dapat terbentuk di dalam sel. Maka, untuk menambah ketersediaan darah di dalam tubuh, zat besi adalah yang paling dibutuhkan. Untuk cara alaminya, para pengidap anemia bisa mendapatkannya dari makanan-makanan yang tinggi kandungan zat besinya.
Zat besi merupakan salah satu zat penting yang benar-benar dibutuhkan oleh manusia karena berhubungan erat dengan jumlah darah yang tubuh butuhkan. Zat besi di dalam tubuh berperan penting dalam proses oksigen yang diangkut dan disuplai dari paru-paru ke sel-sel tubuh. Elektron pun juga akan diangkut oleh zat besi supaya energi dapat terbentuk di dalam sel. Maka, untuk menambah ketersediaan darah di dalam tubuh, zat besi adalah yang paling dibutuhkan. Untuk cara alaminya, para pengidap anemia bisa mendapatkannya dari makanan-makanan yang tinggi kandungan zat besinya.
C. Tips
Mencegah Penyakit Anemia
1. Makanlah
makanan yang bersih dan terjamin kesehatannya. Bersih di sini memiliki arti
bahwa makanan yang terdapat serat, karbohidrat, vitamin serta proteinlah yang
baik untuk dikonsumsi. Dengan mengonsumsi makanan yang tergolong empat sehat
lima sempurna, maka pengonsumsi akan jauh dari penyakit apapun, termasuk anemia.
2. Lakukan
diet dengan tujuan utama meningkatkan konsumsi zat besi dan lebih disarankan
untuk mendapatkan zat besi dari makanan sumber nabati atau hewani, bukan dengan
mengonsumsi suplemen karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada perut.
3. Makanlah
makanan yang bukan hanya kandungan zat besi serta vitamin C-nya saja yang
tinggi, tapi juga asam folat dan B12-nya banyak.
4. Hindari
olahraga berat dan olahraga dengan frekuensi terlalu sering atau keadaan fisik
akan menjadi semakin mudah lelah dan tidak bertenaga.
5. Segera
temui dokter jika gejala anemia benar-benar dialami karena pemeriksaan
diperlukan supaya jumlah sel darah merah dapat terus dipantau.
Sumber : 1 2 3
Sumber : 1 2 3
Sangat menambah wawasan
BalasHapusTerimakasih infonya kak sangat bermanfaat:)
BalasHapusSangat menambah wawasan
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusMakasih infonya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat banget😊
BalasHapusTerima kasih untuk informasi yang menarik dan bermanfaat .
BalasHapusBermanfaat banget ka
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusGood information
BalasHapusGood
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusBagus
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusmantap pa eko 👍
BalasHapus