Pendidikan Gizi


I.                   Pendidikan Gizi

A.   Pengertian dan Tujuan Pendidikan Gizi

Menurut WHO (1987) dalam Supariasa (2013) pendidikan gizi adalah usaha yang terencana untuk meningkatkan status gizi melalui perubahan perilaku. Perubahan dan modifikasi perilaku berhubungan dengan produksi pangan, persiapan makanan, distribusi makanan dalam keluarga, pencegahan penyakit gizi, dan perawatan anak. Umumnya para edukator gizi menyatakan bahwa pendidikan gizi adalah suatu proses yang berdimensi luas untuk mengubah perilaku masyarakat sehingga kebiasaan makan yang baik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan gizi pendekatan edukatif untuk menghasilkan perilaku individu/masyarakat yang diperlukan dalam peningkatan atau dalam mempertahankan gizi tetap baik. Menurut Suharjo (2007), tujuan pendidikan gizi adalah sebagai berikut:

1.     Dapat membentuk sikap positif terhadap makanan bergizi.
2.     Terciptanya pengetahuan dan kecakapan dalam memilih dan menggunakan bahan makanan.
3.     Terbentuknya kebiasaan makan yang baik.
4.     Adanya motivasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan makanan bergizi.

Tujuan pendidikan gizi menurut Poerwo Soedarmo (1995) dalam Supariasa (2013) adalah membuat penduduk nutrition-minded. Nutrition-minded maksudnya adalah penduduk mengerti hubungan antara kesehatan dan makanan sehari-hari. Penduduk mengerti pula bagaimana menyusun makanan lengkap yang sesuai dengan kemampuannnya.
Menurut WHO dalam Supariasa (2013), secara umum menyebutkan bahwa pendidikan gizi bertujuan mendorong terjadinya perubahan perilaku yang positif yang berhubungan dengan makanan dan gizi. Menurut Johnson dan Johnson (dalam Emilia, 2009) pendidikan gizi mempunyai tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek adalah:

a.     Mendapatkan pengetahuan tentang makanan yang menyediakan zat gizi esensial bagi tubuh dan mengetahui kegunaan zat gizi bagi tubuh
b.     Membangun kerangka konseptual tentang prinsip-prinsip gizi, penjabarannya dan aplikasi dari prinsip tersebut
c.      Membangun sikap positif terhadap kebiasaan mengembangkan motivasi menggunakan pengetahuan gizi untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan, merespon makanan bergizi dalam sikap yang baik,
d.     Mengkonsumsi makanan bergizi, termasuk menggunakan pengetahuan gizi dalam memilih makanan.

Tujuan jangka panjang pendidikan gizi adalah:

a.     Menggunakankerangka konseptual gizi untuk mengatur perubahan suplai makanan dan dapat membedakan beberapa anjuran diet,
b.     Mencari dan mau menerima pengetahuan tentang gizi
c.      Seleksi dengan baik dan mengkonsumsi makanan yang bergizi dari hari ke hari sepanjang hidup untuk memelihara kesehatan, kesejahteraan dan produktivitas.

Berdasarkan hasil penelitian Aisah, Sahar, & Hastono (2010) menyebutkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tentang pencegahan anemia gizi besi pada wanita usia subur sebelum dan sesudah diberi intervensi edukasi kelompok sebaya.
Hasil penelitian Silalahio, Aritonang, & Ashar (2016) juga menyebutkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan gizi pada remaja putri sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan gizi dimana terjadi peningkatan pengetahuan gizi setelah diberikan pendidikan pada remaja putri. Dengan demikian, diharapkan pendidikan gizi tentang anemia dapat memberi pengaruh terhadap pengetahuan tentang anemia dan sikap dalam mencegah anemia pada remaja putri.
Pendidikan gizi pada dasarnya hanya akan berhasil bila subjek merasa perlu tertarik dengan isi pendidikan tersebut karena menyangkut kesehatan dan kesejahteraannya. Hasilnya akan berbeda apabila konsep pendidikan yang telah diberikan hanya berdasar pada kebutuhan peneliti atau ahli untuk menyampaikan pengetahuan atau informasi tersebut kepada subjek penelitian. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan informasi atau pengetahuan, khususnya mengenai gizi, adalah tidak hanya kesesuaian isi, tetapi juga cara komunikasi terhadap subjek penelitian. Pendidikan gizi melalui komunikasi untuk merubah kebiasaan atau perilaku sangat berhubungan dengan pola asuh, pola hidup dan praktek hidup sehat. Selain itu, lingkungan yang mendukung, seperti fasilitas dan sarana-prasarana, teman, keluarga dan orang tua dapat membantu perubahan perilaku menjadi lebih baik (Nikmawati, 2009).
Pendidikan gizi yaitu suatu informasi mengenai gizi yang dapat meningkatkan pengetahuan anak yang diharapkan dapat merubah kebiasaan makan pada anak ke pola makan seimbang. Pendidikan gizi pada anak sekolah harus diberikan dengan cara dan media yang sesuai agar dapat menarik perhatian anak dan juga dapat memudahkan anak dalam menerima informasi mengenai gizi (Demitri dkk., 2015).

II.                Penyuluhan Gizi

Salah satu cara untuk menyampaikan pendidikan gizi adalah melalui penyuluhan gizi. Penyuluhan gizi merupakan bagian dari program gizi.
 Menurut Surya (1988) dalam Maulana (2009) penyuluhan adalah upaya yang diberikan pada konseli (peserta didik) supaya memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri untuk dimanfaatkan dalam memperbaiki tingkah laku di masa yang akan datang. Penyuluhan merupakan bagian terpadu dari bimbingan.
Kegiatan penyuluhan gizi memiliki tujuan yang dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tujuan jangka panjang, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka pendek. Tujuan jangka panjang penyuluhan gizi adalah supaya masyarakat dapat mencapai status kesehatan optimal. Tujuan jangka menengah penyuluhan gizi adalah terbentuknya perilaku sehat di bidang gizi sedangkan tujuan jangka pendek penyuluhan gizi adalah memberikan pengertian, sikap, dan norma positif di bidang gizi.

III.             Media Pendidikan Gizi

Penyuluhan gizi merupakan salah satu bentuk pendidikan gizi yang dapat dilakukan di masyarakat. Dalam memberikan pendidikan gizi perlu adanya media yang berfungsi membantu penyampaian materi supaya mudah dipahami oleh sasaran. Menurut Notoatmodjo dkk (2010) media pendidikan atau promosi kesehatan adalah sarana untuk menampilkan pesan atau informasi yang disampaikan oleh komunikator, baik melalui media cetak, elektronika, dan media luar ruang sehingga dapat meningkatkan pengetahuan sasaran dan diharapkan dapat merubah perilaku kesehatan ke arah yang lebih baik.
Media pendidikan kesehatan dapat digolongkan berdasarkan bentuk umum penggunaannya dan berdasarkan cara produksi. Berdasarkan bentuk umum penggunaannya, media pendidikan kesehatan terdiri dari bahan bacaan dan bahan peragaan.
Media pendidikan kesehatan yang termasuk bahan bacaan di antaranya adalah modul, buku rujukan, folder, leaflet, majalah, dan buletin sedangkan media pendidikan kesehatanyang termasuk bahan peragaan di antaranya adalah poster tunggal, poster seri, flipchart, slide, dan film.
Berdasarkan cara produksi, media pendidikan kesehatan terdiri dari media cetak, media elektronika, dan media luar ruang.

A.   Media cetak adalah media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar, atau foto dalam tata warna.
B.   Media elektronika adalah media bergerak dan dinamis, pesan yang disampaikan melalui media elektronik dapat dilihat dan atau didengar oleh sasaran.
C.   Media luar ruang adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan di luar ruang secara umum melalui media cetak maupun media elektronik.

Aplikasi mobile adalah aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan khusus untuk perangkat berukuran kecil, perangkat komputasi nirkabel seperti smartphone dan tablet. Smartphone adalah ponsel dengan akses internet dan fungsi seperti komputer. Terdapat beberapa sistem operasi yang dapat digunakan pada smartphone di antaranya adalah symbian, google app, android palm OS, apple OS, windows mobile, dan lain sebagainya.
Berdasarkan bentuk umum penggunaan media kesehatan, aplikasi mobile termasuk kategori bahan peragaan sedangkan berdasarkan cara produksinya, aplikasi mobile termasuk kategori media elektronik.

Sumber : 1 2 

Komentar

  1. Terimakasih sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Terima kasih untuk informasi yang menarik dan bermanfaat .

    BalasHapus
  3. Terimakasih sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  4. Terimakasih sangat bermanfaat infonya. Semangattt

    BalasHapus
  5. Nice info, terima kasih sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Bermanfaat sekali kak! Tolong cek website saya juga ya di klikshowtime.com ^_^

    BalasHapus
  7. Infonya sangat bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar